Cetak
Kategori: PHU
Dilihat: 42

Kota Batu – Senin pagi 25 Oktober 2021, mewakili Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU) Kementerian Agama Republik Indonesia, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kota Batu Imam Turmudi memaparkan materi ihwal pembatalan keberangkatan haji. Ia menyampaikan paparan dihadapan 70 tamu undangan yang hadir di ballroom Hotel Singhasari Resort Kota Batu. para undangan terdiri dari KBIHU, PPIHU, organisasi kemasyarakatan islam, serta calon jemaah haji.

Giat yang bertajuk Diseminasi terkait Pembatalan Keberangkatan Jemaah Haji Tahun 2021 Angkatan XVI ini mengusung tema “Kesabaran dan Keikhlasan, Kunci Utama Meraih Kemabruran Haji dan Umroh”. Giat ini merupakan program Kantor Wilayan Kemenag Jawa Timur melalui bidang PHU yang juga menghadirkan anggota DPR RI komisi VIII dari fraksi PKB sebagai narasumber.

Dalam paparannya, Kakankemenag menjelaskan bahwa setiap masa memang senantiasa ada persoalan. Tidak hanya saat pandemi, sebelum pandemi pun penyelenggaraan ibadah haji membawa tantangannya masing-masing. Hal ini dikarenakan rukun islam kelima ini melibatkan banyak pihak dengan pengelolaan dana yang besar. Ia menekankan pentingnya manajemen yang bagus, dalam hal ini segala persoalan telah diatur oleh pemerintah.

“Kami berpesan kepada seluruh undangan yang hadir agar sabar dan ikhlas, serta tetap tenang. Kesabaran dan keikhlasan itu kunci utama haji mabrur. InsyaAllah segala keputusan dan kebijakan telah melalui pertimbangan yang matang. Kami harap Bapak/Ibu yang hadir juga bisa meneruskan informasi yang didapat dari sini ke rumah masing-masing, ke komunitas, ke kelompoknya, ke jemaah yang lain. Agar masyarakat tenang,” terang turmudi.

Sementara itu, anggota DPR RI komisi VIII fraksi PKB Ali Ahmat menegaskan bahwa seluruh hoax yang beredar di masyarakat terkait pembatalan keberangkatan haji itu tidak benar. Ia memberikan klarifikasi bahwa keputusan pembatalan ini tidak terkait dengan pemanfaatan dana haji untuk infrastruktur negara. Hal ini murni karena memang pemerintah Saudi tidak membuka akses penyelenggaraan haji dan umroh secara umum, serta pertimbangan keselamatan jemaah pada kondisi pandemi.

“DPR membantu pemerintah, kemenag, untuk meyakinkan masyarakat bahwa pembatalan keberangkatan haji ini tidak terkait dengan dananya habis. Dana haji aman dan dikelola dengan amanah oleh BPIH,” jelas pria yang akrab disapa Gus Ali.